Wednesday, May 28, 2014

Download Buku Cara Mendidik Anak Perempuan

0 comments
airisayunisa.blogspot.com

' ' ' Barang  siapa  diuji  dengan  sesuatu  dari  anak-anak perempuannya,  lalu  dia  berbuat  baik kepada mereka,  kelak mereka  akan  menjadi  penghalang  dari  api  neraka...

Memiliki  anak-anak  perempuan  bukanlah sebuah kekurangan bagi seseorang. Bisa jadi, ia justru menjadi anugerah yang amat indah baginya, manakala dia bisa menunaikan segala kewajiban memelihara dan mendidik mereka.Bagi orang  tua yang dianugerahi  anak-anak perempuan, pemberian  Allah Shubhanahu wa  ta’alla ini sebenarnya merupakan karunia yang amat besar dari-Nya. Dia bisa berharap janji Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam:

“Barang  siapa  yang  memelihara  dua  anak  perempuan  hingga dewasa, dia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan aku dan dia  (seperti  ini).”  Beliau  menggabungkan  jari-jemarinya.  (HR. Muslim no. 2631)

Juga pada janji beliau yang lainnya:

“Barang  siapa  diuji  dengan  sesuatu  dari  anak-anak perempuannya,  lalu  dia  berbuat  baik kepada mereka,  kelak mereka  akan  menjadi  penghalang  dari  api  neraka.”  (HR.  alBukhari no. 1418 dan Muslim no. 2629)Kita juga mengingat penuturan ‘Aisyah  radhiyallahu ‘anhu tentang  seorang  wanita  miskin yang  datang  kepadanya.  ‘

Aisyah mengisahkan:
“Seorang wanita miskin datang kepadaku membawa dua orang anak perempuannya. Kuberikan kepadanya  tiga  butir  kurma.  Ia lalu  memberikan  kepada  setiap  anaknya sebutir kurma. Sebutir yang lain ia angkat ke mulutnya untuk dia makan. Namun,kedua anak perempuannya meminta kurma itu. Lantas dibaginya kurma yang hendak dia makan itu untuk kedua anaknya. Aku pun merasa kagum  terhadap perbuatannya,  lalu  kuceritakan  apa  yang dilakukannya  kepada  Rasulullah.  Beliau  pun  berkata, 

‘Sesungguhnya  Allah  telah  menetapkan  baginya  surga  dengan kurma yang diberikannya itu dan membebaskannya dari neraka’.” 
(HR. Muslim no. 2630)

Begitu  pun  kalau  kita  cermati,  pendidikan  terhadap  anak perempuan  memiliki  peran yang amat strategis. Tentu saja, karena hal ini akan sangat berpengaruh  terhadap kondisi masyarakat  dan generasinya  kelak. Bagaimana tidak! Seorang anak akan menjadi seorang istri bagi suaminya, akan menjadi ibu dan pendidik bagi anak-anaknya. Selain itu, dia akan mengemban berbagai tugas lain yang telah menanti. Jika dia baik, dia akan  menunaikan berbagai perannya ini dengan baik. Dia akan berkhidmah di balik kesibukan suaminya dengan sebaik-baiknya serta memberikan dorongan dan pengaruh yang baik bagi sang suami. Dia akan memelihara serta menjaga  fisik  dan  psikis  anak-anaknya yang  kelak  akan menjadi generasi  pengganti,  juga  mengajari  mereka  dengan berbagai hal yang positif. Dia juga akan menjaga kehormatan diri dan keluarganya. Selanjutnya, dia pun mengerti tanggung jawab dan amanat yang harus dia tunaikan dalam setiap tugas yang diembannya.  Dengan demikian, baiklah  masyarakatnya—insya Allah. 

Sebaliknya, anak perempuan yang tak terdidik dengan baik tidak akan bisa membantu dan mendukung kebaikan  suaminya. Anak-anaknya pun telantar, tidak terurus karena dia tidak mengerti hak anak-anaknya. Tingkah laku anak-anaknya pun akan jauh  dari  sebutan beradab. Lebih-lebih lagi, dia akan menjadi sumber kerusakan yang bisa menghancurkan tatanan masyarakat. Tentu kita tidak  ingin memiliki anak perempuan sebagaimana  gambaran terakhir ini. Kita mohon keselamatan kepada Allah Shubhanahu wa ta’alla. Kalau begitu, kita perlu menelisik seluk-beluk mendidik anak perempuan  ini—dengan terus memohon pertolongan dan kemudahan  dari Allah Shubhanahu wa ta’alla—untuk mewujudkan impian dan harapan kita.Mengajarkan Agama kepada mereka

Untuk lengkapnya bagaiamana cara mendidik anak perempuan, silakan download e-booknya di sini.   
-- islamhouse.com
Continue reading →
Tuesday, May 27, 2014

3 Zat Berbahaya pada Cat Kuku !

0 comments

' ' ' Dibutlyl phthalate atau DBP, zat berbahaya pada cat kuku adalah racun reproduksi dan perkembangan sel dan tubuh kamu dapat menyerap racun ini melalui kuku  !

   Di antara syarat sahnya bersuci adalah sampainya air ke kulit. Jika ada penghalang antara kulit dengan air, seperti krim, cat, lilin atau tempelan, maka bersucinya tidak sah. Shalat dalam keadaan demikian adalah batal dan tidak sah. Dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam kepada Abu Zar radhiallahu anhu,

فَإِذَا وَجَدْتَ الْمَاءَ فَأَمِسَّهُ جِلْدَكَ فَإِنَّ ذَلِكَ خَيْرٌ (رواه أبوداود، رقم  332 ، وصححه الألباني في صحيح أبي داود)

Jika dia mendapatkan air, maka kenakan pada kulitmu (saat berwudu), karena pada hal itu terdapat kebaikan.

Tertera dalam Fatawa Al-Lajnah Ad-Da'imah, 5/218, 'Jika cat berada di atas kuku, maka wudunya tidak sah.' 

Cat kuku adalah sebuah kemewahan dan beberapa perempuan tidak bisa hidup tanpa itu. Tahukah kamu selain jadi penghalang bagi wudu dan bersuci, cat kuku juga mengandung zat-zat berbahaya ?

Berikut tiga zat berbahaya pada cat kuku :

1. Formaldehida/Formalin
Kita mungkin paling akrab dengan bahan ini, biasa digunakan dalam pembalseman mayat, tapi sayangnya juga dapat ditemukan di beberapa roduk kosmetik terutama cat kuku. Pada tingkat akut, dapat menyebabkan iritasi pada kulit, hidung, mata dan tenggorokan.  

2. Toluene
Dianggap sebagai racun yang ' mungkin ' merusak bagi reproduksi dan perkembangannya. Toluena juga dapat menyebabkan sakit kepala parah, pusing dan kelelahan. Ini sering terjadi pada cat rumah tangga dan benzena yang digunakan untuk membuat plastik dan serat sintetis. Hal ini dapat merusak ginjal, sistem saraf, hati, otak dan jantung.

3. Dibutlyl phthalate ( DBP )
Bahan kimia ini telah dilarang di Eropa sejak tahun 2005, adalah racun reproduksi dan perkembangan sel dan tubuh Anda dapat menyerap racun ini melalui kuku Anda !

SEKARANG KAMU MAU MENGHAPUS CAT KUKU KAMU ?
Sama bahayanya !
Bahan utama penghapus cat kuku adalah aseton. Aseton dapat mengiritasi mata, hidung, tenggorokan dan paru-paru. Hal ini dapat menyebabkan sakit kepala, kelelahan, pusing, mual dan muntah. Hal itu dapat menyebabkan kerusakan ginjal, sakit perut dan tekanan darah rendah.
diterjemahkan dari : -- humansarefree.com/2014/05/3-harsh-chemicals-in-your-nail-polish.html 
Continue reading →
Monday, May 26, 2014

Kewajiban Menjaga Wanita

0 comments
airisayunisa.blogspot.com

' ' ' sampaikan oleh kalian nasihat kepada kaum wanita secara baik ...

Menjaga Ibu

Abu Hurairah r.a. berkata: "Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw., lalu berkata: 'Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk aku hormati?' Beliau menjawab: 'Ibumu.' Lelaki itu kembali bertanya 'Kemudian siapa?' Nabi saw. menjawab: 'Ibumu.' Lelaki itu terus bertanya: 'Kemudian siapa?' Nabi saw. menjawab: 'Ibumu.' Sekali lagi lelaki itu bertanya: 'Kemudian siapa?' Nabi saw. menjawab: 'Kemudian bapakmu.'" (HR Bukhari dan Muslim)95


Menjaga Saudara Wanita

Aisyah r.a. berkata bahwa Nabi saw. bersabda: "Tidak seorang pun dari umatku yang menanggung tiga orang anak perempuan atau tiga orang saudara perempuan, lalu dia perlakukan mereka secara baik, kecuali mereka itu akan menjadi tirai pencegah baginya dari api neraka." (HR Baihaqqi)


Menjaga Istri

Abu Hurairah r.a. berkata: "Rasulullah saw. bersabda: '... sampaikan oleh kalian nasihat kepada kaum wanita secara baik ...'" (HR Bukhari dan Muslim). Hal itu diperkuat lagi dengan sabda Nabi saw. yang berbunyi: "Sebaik-baik kamu adalah sebaik-baik kamu terhadap keluarganya, dan aku adalah orang paling baik di antara kalian terhadap keluargaku." (HR Ibnu Majah)


Menjaga Anak Perempuan

Urwah bin Zubair berkata bahwa Aisyah pernah bercerita kepadanya bahwa seorang wanita dengan membawa dua orang anak perempuan datang kepadanya meminta-minta. Tetapi dia tidak memiliki apa-apa selain sebiji kurma. Aisyah memberikan kurma itu kepada wanita tersebut. Lantas wanita tersebut membagi dua kurma tadi dan diberikannya kepada anak perempuannya. Setelah itu dia berdiri dan pergi. Kemudian Nabi saw. datang dan Aisyah menceritakan hal tersebut kepada beliau. Mendengar ceritaAisyah, Nabi saw. bersabda: "Barangsiapa yang menanggung dua anak perempuan, lalu berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi tirai pencegah baginya dari api neraka." (HR Bukhari). Anas bin Malik r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang memelihara dua orang anak perempuan sampai semua balig, maka pada hari kiamat aku dan dia ...," sambil merapatkan jari-jarinya. (HR Muslim) 


Menjaga Budak Perempuan

Abu Burdah, dari ayahnya, berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Lelaki mana saja yang mempunyai budak perempuan lalu dia mengajarnya dengan baik dan mendidiknya dengan baik, kemudian memerdekakannya dan mengawininya, maka baginya dua ganjaran." (HR Bukhari). Setelah mengetengahkan nash-nash hadits Nabi saw. yang menjelaskan beberapa karakteristik wanita muslimah, saya ingin menambahkan satu hal lagi yang tampaknya agak lucu dan aneh, yaitu tentang beberapa nash hadits yang di dalamnya disebutkan nama, rupa, dan berbagai cerita mengenai wanita. Mungkin ada pembaca yang bertanya, dan hal ini ada benarnya: "Apa hubungannya cerita ini dengan karakteristik wanita?" Saya jawab: "Maksud saya mengetengahkan nash-nash tersebut adalah untuk menanggapi pemahaman yang berkembang di kalangan sebagian umat Islam selama berabad-abad. Dalam hal ini mereka merasa sangat risih menyebut nama dan menceritakan rupa serta berbagai hal mengenai wanita. Mereka menganggap semua itu sebagai bagian dari aurat wanita yang harus ditutupi dan meyakininya bahwa hal itu bagian dari etika Islam."

-- media.isnet.org/
Continue reading →