Friday, June 17, 2011

Tentang Ibnu Athoillah As-Sakandari, Pengarang Al Hikam

0 comments
Blog Islam and Tutorial

Ibnu Athoillah adalah seorang sufi yang mempunyai nama lengkap Ahmad bin Muhammad bin Abdul Kari bin Athoillah. Sedangkan nama Assukandari dibelakang namanya adalah nama julukan karena beliau adalah tokoh sufi yang berasal dari Iskandariyah.

Sebagai anak yang hidup dan dibesarkan dilingkungan keluarga yang taat beribadah. Tentunya ilmu yang pertama dipelajari dan didalami adalah dasar-dasar ilmu agama, baik yang ia dapat dari orang tuanya maupun dari neneknya yang juga seorang sufi. Dengan memiliki dasar ilmu agama, seperti ilmu fiqih, tafsir, hadis, tauhid, dan ilmu lainnya.

Ibnu Athoillah sangat fanatik kepada ilmu fiqih atau ilmu syari'at, oleh karena itu ia menolak terhadap ilmu tasawuf. Lama kelamaan ia pun tertarik untuk belajar ilmu tasawauf lantaran ia sering bergaul dengan para ulama sufi yang tadinya beliau sangat membencinya.

Ajaran tasawuf yang tertanam pada Ibnu Athoillah banyak diperoleh setelah beliau sering mengamalkan ilmu agama yang dia miliki dan dengan seringnya bergaul dan bertemu dengan para sufi yang pada akhirnya dapat merubah pola hidupnya dan mengikuti kehidupan para sufi, diantara guru-guru beliau adalah Syekh Abdul Abbas Al Marsi, Nadruddin al Munir, Syarafuddin al Dimyati, al Muhyil al Mazani, Syamsuddin al Asfani.

Setelah beliau memiliki dasar ilmu agama yang kuat dan sudah memperoleh ajaran tasawuf dari gurunya, kemudian beliau pindah ke Mesir dan mengajar ilmu tasawuf kepada murid-muridnya di Univesitas Al Azhar, dan diantara murid-muridnya ada yang menjadi ulama terkenal seperti Imam Taqiyyuddin al Subki, Abu Abbas Ahmad bin Malik, dan Daud bin Bahla.

Sebagai seorang sufi yang semulanya sangat membenci ajaran tasawuf, Ibnu Athoillah memiliki beberapa pokok pikiran yang dikembangkannya, seperti dibawah ini:

1. Konsep Tasawuf yang dipakai oleh Ibnu Athoillah banyak mengambil ajaran Saziliyah yang terhimpun dalam 5 azas, yaitu:
a. Takwa kepada Allah secara lahir dan batin.
b. Mengikuti Sunnah Nabi dalam perkataan dan perbuatan.
c. Menolak kekuasaan makhluk dalam penciptaan dan pengaturan.
d. Ridho kepada Allah baik dalam keadaan sediki atau banyak.
e. Selalu ingat dan bersama Allah baik dalam keadaan senang ataupun susah.

2. Ajaran pokok tasawuf Ibnu Athoillah adalah:
a. Peniadaan kehendak dibanding kehendak Allah.
b. Pengaturan manusia dibanding kehendak Tuhan.
c. Pengaturan manusia dibanding dengan pengaturan Allah Swt.

3. Untuk menegakkan adab sufi dan kehalusan akal budi kepada Allah maka hanya kehendak dan daya Tuhanlah yang ditegakkan dalam setiap pembicaraan tasawuf.

Karya-Karya Ibnu Athoillah.
1. Kitab Hikam, kitab ini sangat terkenal dan tersebar dan dipelajari banyak orang didunia yang telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa, seperti dalam bahasa Turki, Spanyol, Inggris, melayu, Urdu dan dalam bahasa Indonesia. Dalam kitab ini memuat 42 buah kalimat yang mengandung hikmah sufi.
2. Kitab At Tanwir Fi Isqat al Tadbir, kitab ini berisikan petunjuk-petunjuk bagi orang-orang yang selalu ingin bersama Allah dan hal-hal yang mengganggu.
3. Kitab Lathoif al Minan Fi Manaqibal asy syekh Abi al Abbas al Marsi Wa Syaikhal al Sazali, kitab yang berisikan sejarah dan asal usul para pemimpin tarekat Sazaliyah, yaitu Syeikh Abu Abbas al Marsi dan Abu Hasan as Sazali.
4. Kitab Tajul Arus al hawi Litahzibin Nufus, kitab ini menguraikan berbagai ajaran dan penjelasan yang berkenaan dengan kehidupan sufi.
5. Al Qasdul Mujarrad Fi Ma'rifat al Ismal al Mufrad, kitab ini menjelaskan tentang Tuhan, sifat, Asma', Af'alnya dan cara pencapaian ma'rifat kepada Allah.
6. Miftahul Falah Wa Misbahul Arwah, kitab ini menguraikan pokok-pokok ajaran tentang riyadhah dan mujahadah dalam zikir, uzlah, kholwat dan lain-lain.

Pada tahun 709 H. Beliau meninggal dunia di Kairo, Mesir dan dimakamkan di kaki bukit Mukattam.
Source: ( http://andimuhammadaliblogs.blogspot.com )
Continue reading →
Thursday, June 16, 2011

Gerhana Bulan Total Terpanjang dalam Kurun Waktu 100 Tahun Terakhir (Kamis Dini Hari)

1 comments
Kamis (16/6) dini hari, gerhana Bulan total akan terjadi dan dapat disaksikan di Indonesia. Gerhana akan dimulai pada pukul 00.25 WIB dan berakhir pada pukul 05.59 WIB. Berdasarkan publikasi NASA, totalitas atau kondisi saat Bulan tak tampak sama sekali akan berlangsung selama 100 menit, dari pukul 02.22 WIB hingga pukul 04.02 WIB, termasuk salah satu gerhana terpanjang dalam waktu 100 Tahun terakhir.

Gerhana Bulan total kali ini bisa disaksikan di wilayah Eropa, Afrika, Amerika Selatan, Australia, dan Asia, termasuk Indonesia. Wilayah timur Afrika, Timur Tengah, Asia Tengah, dan barat Australia bisa menyaksikan keseluruhan tahap gerhana. Di Indonesia, wilayah yang keberuntungan yang sama adalah Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan sebagian Nusa Tenggara.

Pengamat di Eropa akan kehilangan tahap awal gerhana sebab saat tahap itu terjadi sebelum Bulan terbit. Sementara pengamat di wilayah timur Asia, timur Australia, dan Selandia baru akan kehilangan tahap akhir gerhana karena pada tahap itu Bulan sudah tenggelam. Wilayah Amerika Utara kurang beruntung sebab tak bisa menyaksikan seluruh gerhana ini.

Durasi totalitas gerhana kali ini akan menjadi salah satu yang terpanjang dalam 100 tahun. Dalam publikasi Space.com, totalitas gerhana yang bisa menandingi terjadi pada pada 16 Juli 1935 selama 101 menit, 6 Juli 1982, dan 16 Juli 2000 selama 107 menit. Totalitas gerhana yang panjang berikutnya diperkirakan terjadi pada 27 Juli 2018 selama 106 menit.

Source : (http://serbamenarik.com)
Continue reading →
Wednesday, June 8, 2011

Ketahui Masa Puber Anak Anda !

0 comments
Apa jadinya jika orang tua tidak mengetahui masa puber anak? Akibatnya adalah saat anak mengalami pubertas, ia menjalaninya sendiri tanpa pendampingan, hingga akhirnya muncul berbagai masalah pada remaja. Lebih lanjut, anak akan tumbuh dan berkembang menjadi remaja bermasalah dengan diri atau lingkungannya.
Jadi sebaiknya orangtua mencari pengetahuan seputar pubertas agar bisa mendampingi tumbuh kembang anak pada masa penting ini.

Anak-anak akan mengalami masa transisi dari anak menuju dewasa secara bertahap. Pada masa pubertas, anak akan mengalami perubahan fisik dan psikologis. Saat inilah anak mulai dikelompokkan sebagai remaja, dan pubertas adalah tanda-tandanya. Secara umur, masa pubertas bervariasi namun umumnya 8-13 tahun untuk perempuan, dan 9-14 tahun untuk laki-laki. (Pada artikel sebelumnya, disebutkan untuk anak perempuan dimulai di usia 8-14 tahun dan pada anak laki-laki dimulai antara usia 12-16 tahun).

Puber adalah tanda-tanda, dan remaja adalah kelompoknya. Banyak orangtua tidak mengerti pubertas. Orangtua hanya tahu saat anak perempuan puber saat menstruasi, atau anak laki-laki puber saat mimpi basah. Padahal mens atau mimpi basah ini adalah puncak pubertas. Seharusnya orangtua sudah mengenali atau mendampingi anak memasuki masa pubertas sebelum masa puncaknya.

Banyak tanda pubertas yang dialami anak sebelum mereka mens atau mimpi basah. Nah, orangtua perlu mendampingi setiap perubahan fisik dan psikologis yang terjadi pada anak sejak dini, karena setiap anak akan mengalami perbedaan waktu dalam mengalami puber. Bahkan, sejumlah anak bisa saja mengalami pubertas dini (di bawah 8 tahun) atau bahkan pubertas terlambat (di atas 14 tahun). Perubahan fisik dan psikilogis dalam diri anak perlu dipantau secara mendetail oleh orangtuanya. Karena itulah orangtua perlu memposisikan dirinya sebagai teman kepada anak, terutama saat anak beranjak remaja.

Kebanyakan orangtua mengalami masalah komunikasi dalam keluarga. Orangtua, tanpa sadar masih menganggap anaknya sebagai "baby". Padahal, orangtua perlu lebih demokratis, menerima anak apa adanya, mendengarkan anak agar anak belajar meneladani orangtuanya.

Komunikasi orangtua anak perlu dibangun sejak dalam kandungan, berlanjut saat batita, balita, dan masa usia sekolah dasar di mana biasanya anak terabaikan. Orangtua perlu merangkul anak dengan nyaman. Persoalan yang terjadi kebanyakan adalah, apakah orangtua mau atau tidak merangkul anak? Sebab, tanpa merangkul anak, orangtua akan kehilangan anak meski secara fisik anak hadir dalam keluarga. Kehilangan di sini dalam arti, anak akan merasa lebih nyaman berbicara dengan teman-temannya, mencari informasi dari luar yang belum tentu benar.

Dengan memantau perubahan fisik anak menuju remaja, orangtua bisa melakukan berbagai penanganan. Jika anak mengalami masalah secara fisik atau psikologis saat mengalami masa transisi, orangtua bisa meminta bantuan pakar.

Sebagai contoh, ada anak remaja yang sakit lalu dibawa ke dokter untuk diobati. Setelah diajak bicara, diketahui bahwa anak ini sebenarnya sedang jatuh cinta. Hanya dengan berkomunikasi dari hati ke hati, anak ini bisa pulang tanpa diberi obat karena memang masalah yang dialaminya bukan sakit fisik, tetapi sakit karena jatuh cinta. Dalam kasus seperti ini, orangtua perlu menambah asupan wawasan untuk menangangi anak saat pubertas. Masalah hormonal saat puber memengaruhi emosi, selain juga berdampak pada hal lain seperti malas makan hingga migrain, susah tidur, sehingga tumbuh kembang pun menjadi terganggu.

Karenanya faktor psikologis tidak boleh putus dalam mengasuh anak. Lakukan pendekatan cinta, berbicaralah kepada anak dengan hati. Inilah mengapa penting bagi orangtua untuk membekali diri mengenai pubertas agar tak melihat masa puber dari sisi negatif.

( Source : www.seputarduniaanak.blogspot.com )
Continue reading →