Saturday, May 26, 2012

Wujud Terimakasih Allah SWT Kepada Seseorang

0 comments

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : أَنَّ رَجُلاً رَأَى كَلْباً يَأْكُلُ الثَّرَى مِنَ الْعَطَشِ فَأَخذَ الرَّجُلُ خُفَّهُ فَجَعَلَ يَغْرِفُلَهُ بِهِ حَتَّى أَرْوَاهُ فَشَكَرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ فَأَدْخَلَهُ الْجَنَّةَ

صحيح البخاري

Sabda Rasulullah SAW: "Sungguh seorang pria melihat anjing menjilat kotoran kering karena tidak tahan menahan haus dan tak menemukan air, maka lelaki itu mencabut sepatu kulitnya dan mengambil air dari sumur dan memberinya minum hingga puas, maka Allah berterimakasih padanya dan memasukannya ke surga" (Shahih Bukhari)

Ucapkanlah bersama-samaImage

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Luhur, Yang Maha Lemah lembut kepada hamba-hambaNya terlebih kepada hamba yang memiliki sifat lemah lembut kepada yang lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

اِرْحَمُوْا مَنْ فِي اْلأَرْضِ يَرْحَمُكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

“ Sayangilah yang ada di bumi, maka yang di langit (malaikat) akan menyayangi kalian”

Sebagaimana pula hadits luhur yang telah kita baca, dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan pengajaran kepada kita dengan hadits tersebut yang begitu singkat namun memiliki makna yang sangat dalam, dimana kepedulian terhadap seekor hewan yang najis sekali pun seperti seekor anjing yang sedang mendapatkan kesulitan karena kehausan, kemudian seseorang menolongnya maka Allah subhanahu wata’ala menghadiahkan untuknya surga sebab perbuatannya yang memberi minum seekor anjing yang kehausan. Padahal kita mengetahui bahwa memasuki surga kita harus melewati berbagai macam cobaan dan kesulitan, akan tetapi jiwa yang penuh dengan kasih sayang terhadap sesama makhluk Allah maka Allah akan menyayanginya dan berterima kasih kepadanya atas perbuatannya. Sebagaimana dalam hadits tersebut, dimana perbuatan baik seorang lelaki itu terhadap anjing yang kehausan, dimana anjing tersebut tidak mampu membalas kebaikannya maka Allah subhanahu wata’ala yang membalasnya dengan memasukkannya ke dalam surga. Namun semakin hari dalam perputaran bumi ini semakin sirna orang-orang yang memiliki rasa kasih sayang dan lemah lembut antar sesama makhluk, padahal sifat mulia itulah yang justru menjadikan sebab turunnya rahmat Allah ke muka bumi, namun semakin berlalunya waktu manusia semakin banyak yang bersifat bengis dan tidak peduli kepada sesama manusia, terlebih lagi terhadap seekor hewan. Namun nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan tuntunan kepada kita bahwa peduli kepada seekor hewan yang najis sekalipun bisa memasukkan seseorang ke dalam surga, terlebih jika peduli kepada sesama manusia yang baik, terlebih lagi jika peduli kepada sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu dengan memperbanyak shalawat atau memperbanyak mengajak orang lain untuk mengerjakan keluhuran seperti hadir di majelis ta’lim, di majelis dzikir, mengingatkan orang lain untuk melakukan shalat dan lainnya baik mengajaknya dengan ucapan langsung, telepon, atau pun sms. Hal demikian merupakan kepedulian kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang terlihat sepele, bahkan lebih sepele dari perbuatan seseorang yang memberi minum seekor anjing yang disebutkan dalam hadits tersebut, yang kemudian Allah memasukkannya ke dalam surga karena niatnya, yaitu karena kelembutan hati dan kasih sayang yang ada dalam dirinya. Dan tiadalah hati yang lebih berlemah lembut dari sanubari sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Oleh sebab itu semakin mulia derajat seseorang, maka hatinya akan semakin berlemah lembut dan semakin seseorang berlemah lembut dan berkasih sayang maka ia akan semakin mulia di sisi Allah subhanahu wata’ala.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Hijrah telah memindahkan kita kepada kehidupan, keadaan atau masa yang baru, demikianlah kehidupan manusia dari waktu ke waktu terus berubah, dimana semakin banyak seseorang mendapatkan kenikmatan, barangkali semakin banyak pula perbuatan dosa yang dilakukan wal’iyadzubillah, sehingga semakin banyak dan berat pertanggungjawabannya kelak di hadapan Allah subhanahu wata’ala. Maka sungguh beruntung orang yang setiap waktu semakin mendekat kepada Allah subhanahu wata’ala. Kita mengetahui dimana semakin hari semakin banyak musibah yang terjadi di bumi, disebabkan karena semakin banyak yang berbuat dosa, akan tetapi jika semakin hari orang yang berbuat dosa semakin berkurang maka musibah pun akan semakin berkurang di muka bumi. Sebagaimana yang terjadi di tahun-tahun yang lalu ketika hampir seluruh gunung berapi yang ada di pulau Jawa berada pada status “Siaga 1” atau status “Awas”, namun ketika itu masuk bulan Rabi’ Al Awwal dimana seluruh penduduk di pulau Jawa meramaikan dengan acara Maulid Nabi Muhammmad shallallahu ‘alaihi wasallam, sehingga tidak sampai kabar tentang meletusnya gunung-gunung itu. Karena alam semesta tunduk sebab perbuatan manusia yang mengikuti sang nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebagaimana manusia sebagai khalifah di muka bumi ini, dan semakin mereka berbuat baik dan mengikuti sang nabi maka alam pun akan semakin berbuat baik karena hal itu adalah perintah Allah subhanahu wata’ala kepada alam. Sebaliknya jika manusia selalu berbuat buruk maka alam akan membalas perbuatan buruk itu dengan bencana atau musibah, dan disamping itu balasan atas perbuatan mereka akan tetap tersisa untuk kelak di akhirat. Bumi dan semesta alam yang milik Allah itu ditinggalkan untuk kita, namun kita tidak mengetahui masih tersisa berapa waktu kita dapat menginjak bumi, berapa lama lagi Allah meminjamkan udara untuk kita bernafas, tersisa berapa lama Allah meminjamkan tubuh ini kepada kita, kesemua itu tercantum pada keputusanNya Yang Maha Luhur, berapa lama kita akan hidup di dunia dan bagaimana kehidupan kita di dunia, maka masa depan kita adalah milik Allah subhanahu wata’ala dan masa lalu kita kembali kepada Allah, dimana dosa-dosa yang telah lewat Allah Maha Mampu menghapusnya dalam waktu sekejap bahkan bisa berubah menjadi pahala, begitu juga sebaliknya bisa jadi satu hal makruh pun dapat menceburkan seseorang ke dalam api neraka, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam riwayat Shahih Al Bukhari :

مَنْ حُوسِبَ عُذِّبَ

“Barangsiapa yang dihisab berarti ia disiksa”

Kemudian sayyidah Aisyah RA berkata, bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :

أَوَلَيْسَ يَقُوْلُ الله تعالى : فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا

(الإنشقاق: 7)

“Bukankah Allah Ta'ala berfirman: "Kelak dia akan dihisab dengan hisab yang ringan"

Maka Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda :

إِنَّمَا ذَلِكَ الْعَرْضُ وَلَكِنْ مَنْ نُوقِشَ الْحِسَابَ يَهْلِكْ

“Hal itu adalah al ‘aradh (pemaparan amal), namun barangsiapa yang dimunaqasyah (didebat) hisabnya, maka ia akan binasa”

Maksud dari hadits tersebut adalah jika Allah subhanahu wata’ala mendesak atau mempertanyakan kenikmatan-kenikmatan yang diberikan kepada hambaNya maka ia akan celaka, seperti kenikmatan melihat dari mana ia mendapatkannya, dan berapa banyak sel yang ada pada mata yang berkhidmat atau bekerja untuknya sehingga ia mampu melihat, namun kebanyakan nikmat melihat itu digunakan untuk berbuat dosa atau melanggar perintah Allah subhanahu wata’ala, maka jika hal seperti ini terjadi pada seorang hamba maka habislah semua amal baik seorang hamba karena pertanyaan tersebut, belum lagi tuntutan atau pertanyaan atas kenikmatan dan perbuatan yang lainnya, meskipun hal itu adalah perbuatan-perbuatan baik namun di dalamnya terdapat sifat tercela seperti sikap sombong, iri, riya’ dan lainnya. Maka dalam hal ini Al Imam As Syafi’i RA berkata : “ Aku takut dan khawatir terhadap amal-amalku yang terbaik, bagaimana aku tidak khawatir dan takut akan amal-amalku yang buruk”. Salah seorang ulama’ berkata dalam qasidahnya:

ياَرَبِّ مَا مَعَنَا عَمَلٌ وَكَسْبُنَا كُلُّهُ زَلَلٌ لَكِنْ لَنَا فِيْكَ أَمَلٌ تُحْيِيْ اْلعِظَامَ الرَّامَّةَ

“ Ya Allah kami tidak memiliki amal baik (dibandingkan kenikmatan yang Engkau berikan) bahkan semua usaha dan perbuatan kami , akan tetapi kami memiliki harapan (mendapatkan kasih sayangMu), Dimana Engkau Maha Mampu menghidupkan tulang-tulang yang telah hancur lebur”.

Karena hakikatnya semua amal perbuatan baik manusia adalah dari hidayah dan taufik Allah subhanahu wata’ala, dimana seorang hamba hanyalah senantiasa berharap kasih sayang Allah subhanahu wata’ala. Selanjutnya kita bermunajat semoga Allah subhanahu wata’ala memuliakan kita sepanjang waktu dan zaman, semakin seseorang bepindah dari kehidupan kepada kehidupan yang lain dalam keadaan yang semakin baik maka semakin mulia lah kehidupannya, semakin dekat kepada Allah subhanahu wata’ala sehingga semakin disucikan dan semakin banyak dilimpahi rahmat oleh Allah subhanahu wata’ala. Semoga Allah subhanahu wata’ala menjaga kita, ayah ibu kita, keluarga kita, wilayah kita, negara kita, bangsa kita dan seluruh ummat Islam di penjuru barat dan timur dari musibah dan bahaya, dengan keagungan namaNya Yaa Rahmaan Yaa Rahiim…

فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا

يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ...لاَ إِلهَ إِلَّا الله رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ...لاَ إِلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ السَّموَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ...مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ.

Terakhir Diperbaharui 09 February 2012 )
Sumber : majelisrasulullah
Continue reading →

Do'a Agar Anak Jadi Keberkahan Orang Tua & Umat Rasulullah SAW

0 comments
Segala puji bagi Allah shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Rasulullah keluarganya para shahabatnya dan yang selalu mengikutinya dengan baik hingga hari kiamat. Amma ba’du:

Karunia anak merupakan kenikmatan yang besar dari Allah Ta’aala, sehingga kita wajib mensyukurinya diantaranya dengan berdoa dan mendoakan orang yang diberi karunia tersebut. Secara umumnya doa untuk orang yang diberi karunia anak adalah mendoakan keberkahan karena tidak ada riwayat shahih yang menjelaskan lafalnya secara baku.

Seseorang bertanya kepada Sheikh Nasir bin Sulaiman Al-Umar: Saya sering mendengar kebanyakan orang mengucapkan selamat kepada mereka yang dikaruniai anak dengan ucapan:

"بورك لك في الموهوب، وشكرت الواهب، وبلغ أشده، ورزقت بره"

(Buurika laka fil mauhub, wa syakartal Wahib, wa balagha asyuddahu, wa ruziqta birrahu).

Apakah doa seperti ini memiliki dasar atsar yang shahih? Apakah ada riwayat hadits-hadits shahih untuk doa-doa yang diucapkan dalam momen seperti ini? Mohon penjelasan Jazakallahu khairan.

Mufti: Sheikh Nasir bin Sulaiman Al-Umar.

Jawaban:

Segala puji bagi shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah. Amma ba’du:

Doa yang disebutkan di atas diriwayatkan dari Hasan Al-Bashri rahimahullah, namun tidak ada riwayat dari beliau dengan sanad yang shahih, bahkan jalur-jalur kepadanya sangat lemah, saya sama sekali tidak mengetahui ada riwayat yang marfu’, namun riwayat yang pasti dalam momen seperti ini adalah mendoakan dan meminta keberkahan tanpa mengkhususkan dengan lafal tertentu.

Yang beliau maksudkan adalah riwayat dari Ali bin Al-Ja’du dalam Musnadnya (1448/3398): (telah mengkhabarkan kepadaku Al-Haitsam bin Jamaz berkata: seseorang berkata di hadapan Hasan: selamat untukmu dengan ksatria, maka Hasan berkata: siapa yang memberitahumu dia ksatria, barangkali saja dia tukang sapi atau keledai, tapi ucapkan: (Syakartal Wahib wa buurika laka fil mauhub dan balagha asyuddahu wa ruziqta birrahu).

Artinya: (Kamu bersyukur kepada Yang memberi karunia, dan mudah-mudahan karunia itu diberkahi untukmu, dan menyampaikannya kepada usia dewasa dan dijadikannya sebagai anak yang berbakti).

Demikian juga dikeluarkan oleh Ibnu Adi (Al-Kamil) (7/101), Ibnu Abi Dunya (Al-‘Iyal) (1/365/201) semuanya dari jalur Al-Haitsam bin Jamaz dan ini sanad yang lemah sekali karena Al-Haitsam bin Jamaz dilemahkan oleh para ahli hadits seperti Yahya bin Ma’in dan Ahmad bin Hanbal rahimahumallah.

Dalam Shahih Al-Bukhari dari Asma radhiallahu anha berkata: saya mengandung Abdullah bin Zubair dan telah sempurna masa kandungannya lalu saya keluar menuju Madinah dan singgah di Quba dan melahirkannya di sana, kemudian saya membawanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan meletakkannya di pangkuannya, kemudian beliau minta diambilkan kurma lalu mengunyahnya kemudian meludah dalam mulutnya (Ibnu Zubair), jadi ketika itu yang pertama masuk ke mulutnya adalah ludah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian beliau mentahniknya dengan kurma dan mendoakannya dan memohon keberkahan untuknya, saat itu dia bayi pertama yang dilahirkan dalam Islam. (Shahih Al-Bukhari 12/297 no: 3619).

Dalam Shahih Al-Bukhari juga dari Abu Musa radhiallahu anhu berkata: (Saya dikaruniai seorang putra lalu membawanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan beliau menamainya Ibrahim, dan beliau mentahniknya dengan kurma dan mendoakannya dengan keberkahan, dan menyerahkannya kepadaku, anak tersebut adalah putra sulung Abu Musa radhiallahu anhu). (Shahih Al-Bukhari 17/116 no: 5045).

Ada juga ucapan lain sebagaimana diriwayatkan dari Ayub As-Sakhtiyani oleh At-Tabrani dalam kitab “Ad-Dua” (1/294/946), dan Ibnu Abi Dunya dalam kitab Al-‘Iyal (1/366/202) dari jalurnya Hamad bin Ziyad berkata: ketika itu jika Ayub (dia Ibnu Abi Tamimah radhiallahu anhu) memberi ucapan selamat kepada seorang yang dikaruniai anak mengucapkan:

"جعله الله مباركاً عليك وعلى أمة محمد صلى الله عليه وسلم

(Semoga Allah menjadikannya keberkahan untukmu dan untuk umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam

Juga telah diriwayatkan oleh At-Tabrani dalam kitab “Ad-Dua” (1/294/945)dari jalurnya As-Suri bin Yahya rahimahullah berkata: Seseorang telah dikaruniai anak lalu seorang laki-laki mengucapkan selamat untuknya dengan berkata: mudah-mudahan menjadi seorang ksatria, maka Hasan Al-Bashri berkata: siapa yang memberitahumu?, ucapkanlah:

"جعله الله مباركاً عليك وعلى أمة محمد صلى الله عليه وسلم

(Semoga Allah menjadikannya keberkahan untukmu dan untuk umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam) sanadnya tidak mengapa.

Catatan: Meskipun riwayat dari Hasan Al-Bashri rahimahullah sangat lemah sanadnya namun banyak ulama mengamalkannya dalam momen seperti ini, karena termasuk bab doa yang baik, namun tetap meyakini bahwa riwayat itu bukan pasti dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, termasuk Imam Nawawi dalam (Al-Azkar: 1/648) dan juga Sheikh Al-Qahthani dalam (Hisnul Muslim).

Ini karena doa merupakan ibadah sedangkan ibadah asalnya dilarang kecuali ada dalilnya sehingga bagi yang mengamalkan doa yang lain tidak boleh disalahkan karena tidak ada riwayat dengan lafal yang baku dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hal ini yang penting adalah mendoakan keberkahan seperti dalam riwayat Asma dan Abu Musa dalam Shahih Al-Bukhari atau doanya shahabat Ayub bin Abi Tamimah radhiallahu anhu yang mudah-mudahan riwayatnya hasan.

Wallahu A’lam

(ar/voa-islam.com)

http://www.suaramedia.com/
Continue reading →
Wednesday, May 9, 2012

Download Internet Download Manager Full Crack

0 comments

- Buat yg belum punya IDM : Download terbaru 6.05 dahulu, di sini
- Untuk yg sudah punya IDM : Uninstall IDM anda dan hilangkan dari REGISTRY.

Cara Hilangkan IDM dari REGISTRY :
- Klik Start - Run
- Ketik : Regedit
- Klik HKEY_LOCAL_MACHINE - SOFWARE
- Cari folder Internet Download Manager kemudian Hapus/Dellete

- Letakkan file "SnDk&p" ini dalam 1 folder HASIL anda meng-INSTALL IDM.
- Sebelum menggunakan file ini "SnDk&p" IDM anda HARUS dimatikan lebih dahulu.
- Jalankan file "SnDk&p", nanti keluar program. Tekan tombol "Patch Server Check" dan anda akan mendapatkan Serial Number IDM nya.
- Buka IDM anda yang baru, kemudian pilih menu "Registration" kemudian pilih "Registration".
- Masukkan Nama dan Email (terserah, bebas) kemudian masukkan Serial Number yang di dapat dari "SnDk&p" tadi.
- Selamat IDM anda sudah Full Version dengan Nama lisensi anda sendiri.

Upload by Herry Rachman
http://imherry.blogdetik.com

Continue reading →